Saat ini, yang kumau hanyalah menulis apa saja yang telah kulakukan hari ini. dari sejak pagi saya nyuci, kemudian sekedar garuk-garuk tanah untuk memindahkan bibit cabe dan terong, juga nanam jahe di tanah belakang sekolah.
Kemudian di sela itu semua, ada sms masuk yang katanya hari ini teman kita lagi menjalani proses pernikahannya. “mau datang gak?” tempatnya di BRAJA MUSTIKA! (widiiih, tempat keren se bogor nih). “mau!”, begitulah reply saya. ok, jam 10.45 saya otw (on the way) janjian bertemu di lampu merah karya bakti. Sekitar jam 11, kami sudah ketemu. Mereka semua adalah teman kosan merangkap teman satu fakultas, plus teman dalam berorganisasi. Termasuk juga yang nikah ini, makanya saya berasa perlu untuk menjadi saksi dalam mengakhiri masa bujangnya ittuuu….!
Singkat cerita, sesuai ritual umum dalam pernikahan kami masuk ke ruang acara, bertemu sang pengantin bersalaman dan pelukan (sama ‘teman saya ini’ saja dong), menuju ruang makan dan kemudian makan di bawah pohon beringin, dekat kolam renang. Setelah itu pulang ke lokasi rumah masih-masing. Sempat pula teman saya ber-3 sholat di masjid UQ, ANAM, FIRMAN, dan AHMAD. Pertemuan ini berakhir di stasiun, saat aku mengantarkan mereka untuk pulang ke rumah masing-masing, JAKARTA.Terkecuali ANAM yang balik ke Serpong, sebab rumahnya die ada di sana.
Bagiku, ini sebuah pertemuan yang indah, sebab banyak peristiwa yang sekarang menjadi kenangan indah semasa kita bersama dulu. Masih fresh di otak ini ukiran senyum dan tawa saat bercanda dulu, apalagi ketika acara “CINTA FITRI”, pasti anak sekosan pada ngumpul. HANYA cuma buat nonton acara ini. Masih pada ingatkan? setau saya tumben-tumbenan penghuni kosan lembah tengkorak eh MUHAJIRIN ding bisa suka sinetron. selain sinetron itu, kumpul barengnya hanya pada saat mati lampu. nah di sini berasa akrabnya, ngobrol ngalor ngidul, tertawa ngakak dalam suasana gelap. muka saja tidak kelihatan.
Dan, ketika CINTA FITRI berakhir atau lampu sudah nyala, kumpul bareng ini bubar dengan sendirinya, kembali ke kamar, dan kembali asyik dengan dunianya masing-masing. BTW, foto-fotonya saya taruh di friendster ya! karena saya tidak mau punya facebook.
Tapi, di sela kejadian indah pernikahan kawanku itu, saya juga mendapati hal yang sangat bertolak belakang di tempat lain. Itu ketika sore jam 5-an, ada kabar bahwa istri dari sahabat saya sepekerjaan telah lebih dahulu pulang ke rumah abadinya. Kami melayat ke rumah duka ba’da magrib, mengantarkannya hingga sampai di peristirahatan terakhir. Saya menjadi salah satu saksi perpisahan abadi ini terhadap suaminya, sahabatnya, dan keluarga terdekatnya, saat urug-an tanah perlahan-lahan memenuhi lubang kuburnya, menutupi jasadnya. Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Insya Allah, kepulangannya dalam keadaan “KHUSNUL KHOTIMAH”. AMIN.
Hari ini, saya menemukan dua perpisahan untuk kuambil hikmahnya. Karena suatu saat nanti, saya juga akan pergi, pergi dari dunia yang fana ini. Jadi, persiapkan segalanya untuk menuju ke sana, sebab tanpa bekal, tiada arti kembalimu itu kecuali hanya akan menambah penuh isi neraka. hiiiiii!!!! seyyeeemm!