Tulisan ini saya buat untuk diri saya sendiri. Setelah itu baru buat yang membaca. Hmm, egoiss ya!
Menurut saya, keenggananan bahkan kemalasan seseorang untuk kembali berbuat sesuatu yang lebih baik yang diinginkannya banyak disebabkan oleh dosa-dosa yang kita perbuat sendiri.
Maksud saya, ketika kita melakukan perbuatan dosa, maka ini akan menjadi penyelubung hati yang menghalangi untuk berbuat baik. Niat unntuk baik sih ada, tapi dalam hal action nya ini yang tidak bisa. Ya itu, akibat dari dosa kita tadi. Makin banyak dosa, makin tebal selubung dosa itu, maka makin beratlah kita untuk bisa berbuat baik.
Sehingga jika mau lebih baik jelas harus berusaha berhenti dari perbuatan dosa, dan DOBRAK dulu selubung dosa yang menutupi hati tadi. Baru akan merasakan nikmatnya berbuat baik. Yakinlah itu!!!
Jika ada sedikit lagi perbuatan dosa, maka kembali hati terselubungi. Dan rasa enggan dan malas akan kembali datang. Jadi DOBRAKlah atau kata lain MEMAKSA DIRI UNTUK MENGALAHKAN KEENGGANAN ITU. Terasa berat memang, karena selubung itu di support oleh setan yang memegang erat setiap ikatannya.
DOBRAK akan berhasil tergantung dirimu sendiri. Orang di luar itu hanya sebagai motivatormu saja. Sisanya, kembali pada dirimu sendiri. So, keberhasilanmu nanti datang dari dirimu sendiri.
UTS juga, rasanya kalau berat belajarnya bukan untuk ditinggalkan atau malah dijauhi. DOBRAK ia dengan memaksa diri belajar. Jika sekali ngerti, dijamin akan tahan lama. Hasilnya, nilai pasti akan bagus.
Apakah belajar merupakan sesuatu yang baik?
Selamat menempuh UTS ya!